Apa Itu Mesh WiFi? Pengertian, Cara Kerja, dan Bedanya dengan Repeater

Portal Teknologi Kincai Media by 7 min read 509x views
Apa Itu Mesh WiFi? Pengertian, Cara Kerja, dan Bedanya dengan Repeater

Share Post

Mesh WiFi adalah mekanisme WiFi yang terdiri dari beberapa perangkat, disebut node, yang bekerja sama membentuk satu jaringan dengan satu nama WiFi. Saat kalian berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, HP maupun laptop bergeser sendiri ke node yang sinyalnya paling kuat tanpa perlu menyambung ulang.

Sistem ini dibuat untuk rumah yang tidak terjangkau penuh oleh satu router, misalnya rumah bertingkat maupun rumah dengan banyak dinding. ASUS menyebutnya WiFi seluruh rumah: satu jaringan yang menjangkau semua ruangan tanpa titik mati.

Pengertian mesh WiFi

Dalam mesh WiFi ada satu node utama yang berpartisipasi sebagai router dan beberapa node tambahan yang biasa disebut satelit. Panduan ASUS menggambarkannya sebagai satu router yang terhubung secara nirkabel ke sejumlah satellite node. Semua node memancarkan jaringan yang sama, jadi alat kalian cukup menyimpan satu SSID dan satu kata sandi.

Nama jaringan statis bisa diatur. Pada router mesh ASUS, misalnya, kalian bisa memilih satu nama untuk seluruh jaringan maupun nama terpisah untuk tiap band frekuensi.

Cara kerja mesh WiFi

Node utama mesh WiFi disambungkan ke modem dari ISP dengan kabel. Jadi mesh tidak menggantikan modem: ASUS mengingatkan bahwa mekanisme mesh mereka statis membutuhkan modem dari ISP untuk mengakses internet. Satelit diletakkan di bagiankecil rumah yang jauh dari node utama, kemudian meneruskan keterangan dari alat kalian ke node utama dan sebaliknya.

Backhaul: jalur antar-node

Jalur yang menghubungkan satelit dengan node utama dalam jaringan mesh WiFi disebut backhaul. Jenisnya ada dua, nirkabel dan kabel Ethernet. Menurut ASUS, backhaul nirkabel lebih sederhana dan biasanya memakai pita 2,4 GHz maupun 5 GHz. Backhaul Ethernet memberi performa terbaik, tetapi butuh kerja lebih karena kalian mesti menarik kabel antar-node.

Dokumentasi TP-Link untuk mekanisme Deco menerangkan alasannya. Data yang lewat kabel tidak memakai bandwidth nirkabel yang juga dipakai alat kalian, latensinya lebih rendah, dan tidak ada bandwidth yang hilang di lompatan nirkabel. Kalian juga tidak wajib mengabeli semua node. Node yang tidak berkabel statis memakai backhaul nirkabel di jaringan yang sama.

Jumlah band ikut menentukan. ASUS mengatakan router tri-band sebagai pilihan terbaik karena bisa menyisihkan satu band khusus untuk backhaul, dan menyarankan hubungan Ethernet jika kalian memakai model dual-band.

Perpindahan alat antar-node

Saat kalian menjauh dari satu node, alat pindah otomatis ke node yang lebih dekat dengan sinyal lebih kuat. ASUS mengatakan perpindahan ini terjadi mulus, sehingga aktivitas seperti streaming statis berjalan.

Di tingkat standar, ada tiga fitur IEEE 802.11 yang berhubungan dengan roaming. Dokumentasi Microsoft untuk Windows 10 menjelaskannya seperti ini:

  • 802.11k: AP mengirim Neighbor Report berisi keterangan AP di sekitarnya, sehingga alat bisa memangkas daftar kanal yang perlu dipindai sebelum pindah.
  • 802.11v: AP bisa mengarahkan alat agar pindah ke AP lain yang memberi hubungan lebih baik.
  • 802.11r (Fast BSS Transition): frame yang dipertukarkan sebelum keterangan mengalir lebih sedikit, jadi perpindahan lebih cepat. Aplikasi yang peka latensi, seperti panggilan suara, paling merasakan manfaatnya.

Ketiganya cuma bekerja jika AP dan alat sama-sama mendukung. Microsoft mencatat tidak semua alat Windows 10 mendukungnya karena bersandar pada driver WiFi, dan fiturnya mesti aktif di sisi AP. Di Windows 10, 802.11r juga cuma berjalan untuk jaringan dengan autentikasi 802.1X, bukan jaringan PSK, yaitu WiFi yang cukup memakai satu kata sandi seperti di kebanyakan rumah.

Wi-Fi EasyMesh

Wi-Fi EasyMesh adalah pendekatan berbasis standar dari Wi-Fi Alliance untuk jaringan WiFi yang memakai beberapa AP. Menurut halaman EasyMesh di situs Wi-Fi Alliance, AP dalam jaringan ini bekerja sama membentuk satu jaringan, mengarahkan alat ke AP terbaik, dan bisa mengubah struktur jaringan saat kondisinya berubah.

Bagian yang paling krusial bagi pembeli: EasyMesh memungkinkan penambahan AP EasyMesh dari vendor yang berbeda. Perangkat baru juga bisa didaftarkan dan dikonfigurasi dengan kode QR lewat Wi-Fi Easy Connect. Kalau kalian berencana mencampur merek dalam satu jaringan mesh WiFi, cek dahulu sokongan EasyMesh di setiap perangkat.

Perbedaan mesh WiFi, repeater, dan access point berkabel

Ketiganya sama-sama dipakai untuk memperluas jangkauan WiFi, tetapi metode menyambung ke router dan pengalaman pemakaiannya berbeda. Penjelasan alas tentang access point ada di artikel apa itu access point.

AspekMesh WiFiRepeater maupun extenderAccess point berkabel
Sambungan ke routerNode utama ke modem; satelit lewat backhaul nirkabel maupun EthernetMenyambung ke WiFi router yang sudah adaKabel Ethernet ke port LAN router
Nama jaringanSatu nama untuk seluruh mekanisme (bisa dipisah per band)Bisa membentuk jaringan sendiriDiatur sendiri di access point
Saat pindah ruanganPerangkat pindah otomatis ke node terkuatKalian mungkin perlu pindah jaringan secara manualBergantung pada pengaturan nama WiFi dan sokongan roaming
PemasanganAplikasi vendor, misalnya aplikasi Deco, memandu penempatan nodeDiletakkan di area yang statis terjangkau WiFi routerTarik kabel, atur IP di luar rentang DHCP router utama, matikan DHCP di access point

Repeater ampuh untuk memperluas jangkauan router biasa dan umumnya lebih murah, kata ASUS, tetapi performa WiFi bisa turun drastis dan kalian mungkin mesti bergeser jaringan secara manual dari router ke extender. Access point berkabel tidak punya lompatan nirkabel ke router karena memakai kabel. Konsekuensinya, kalian perlu menarik kabel ke tiap titik dan mengatur IP serta DHCP sendiri, seperti metode mode Access Point di panduan TP-Link.

Kapan mesh WiFi berguna dan kapan tidak perlu

Mesh WiFi paling terasa manfaatnya di rumah bertingkat, rumah yang luas, maupun rumah dengan banyak dinding antara router dan ruangan yang sering dipakai. Panduan penempatan TP-Link mengatakan logam, dinding, dan lantai bisa mengganggu sinyal nirkabel, jadi satu router di lantai bawah bisa kesulitan menjangkau bilik di lantai atas.

Sebaliknya, jika di rumah kalian tidak ada area tanpa sinyal, TP-Link sendiri mengatakan node tambahan mungkin tidak dibutuhkan. Mesh WiFi juga tidak menolong jika masalahnya bukan jangkauan. Bila sinyal sudah lemah di dekat router, cek dahulu penyebab lain seperti terlalu banyak perangkat, gangguan alat elektronik, maupun firmware yang usang, yang dibahas di artikel penyebab sinyal WiFi lemah padahal dekat. Kecepatan internet pun statis mengikuti paket dari ISP, karena mesh cuma mengatur jaringan WiFi di dalam rumah.

Tips penempatan node mesh WiFi

Panduan resmi Google untuk Nest Wifi, TP-Link untuk Deco, dan ASUS memberi instruksi yang mirip:

  1. Letakkan node utama dekat bagiankecil tengah rumah jika kabel dari modem memungkinkan. ASUS menyarankan posisi ini untuk paket mesh tunggal.
  2. Pasang satelit kira-kira di tengah jalan antara node utama dan area yang sinyalnya lemah. Google menyarankan jaraknya tidak lebih dari dua ruangan dari router maupun titik lain, sedangkan ASUS mengatakan rentang optimal antar-node tidak lebih dari 10 sampai 15 meter.
  3. Angkat node dari lantai dan taruh di tempat terbuka, misalnya di atas rak. Google menyarankan letak sentral setinggi mata, sedangkan TP-Link menyarankan satelit diletakkan setinggi node sumbernya.
  4. Kurangi penghalang. Menurut Google, node bekerja lebih baik jika saling terlihat, dan memindahkan node menjauhi dinding, pintu, maupun akuarium bisa memperbaiki kinerja. TP-Link juga menyarankan menjauhkan node dari dinding dan barang logam seperti lemari arsip.
  5. Jauhkan node dari microwave, alat Bluetooth, dan alat USB 3.0, yang menurut TP-Link bisa mengganggu pita 2,4 GHz.
  6. Cek kualitas sambungan setelah semua node terpasang. Google menyediakan tes mesh untuk memastikan sambungan antar-node kuat, dan aplikasi Deco menyarankan kekuatan sinyal 2 bar. Kalau dampaknya lemah, geser node kemudian tes ulang.

Yang perlu dicek sebelum membeli mesh WiFi

  • Standar WiFi yang didukung node, misalnya Wi-Fi 5, Wi-Fi 6, maupun Wi-Fi 6E. Cocokkan dengan alat yang paling sering kalian pakai.
  • Jumlah band dan jenis backhaul. Model tri-band bisa menyisihkan satu band khusus untuk backhaul nirkabel, sedangkan untuk model dual-band ASUS menyarankan backhaul Ethernet.
  • Port Ethernet di tiap node. Port ini dipakai untuk backhaul kabel sekaligus menyambungkan alat berkabel seperti PC maupun TV. Kalau antar-node lewat switch, TP-Link mencatat sebagian switch tidak meneruskan paket protokol IEEE 1905.1 sehingga jaringan bisa tidak stabil.
  • Dukungan Wi-Fi EasyMesh, terutama jika kalian mau menambah node dari merek lain di kemudian hari.
  • Batas jumlah node. Google mengatakan Nest Wifi mendukung paling banyak 5 router dan titik per jaringan, sedangkan untuk sebagian besar model Deco dengan backhaul WiFi maupun PLC, TP-Link menyarankan paling banyak 6 unit.
  • Kebutuhan modem. Perangkat mesh seperti yang dijelaskan ASUS tidak punya modem bawaan, jadi modem dari ISP statis dipakai sebagai sumber internet.
Other Article Portal Teknologi Kincai Media
↑
Close Right Ads
Close Left Ads