Discord Tinggalkan Electron, Aplikasi Baru Berbasis Rust Diklaim Hemat RAM hingga 70%

Portal Gadget Kincai Media by 4 min read 508x views
Discord Tinggalkan Electron, Aplikasi Baru Berbasis Rust Diklaim Hemat RAM hingga 70%

Share Post

Discord tampaknya mulai serius meninggalkan Electron, dimana mereka saat ini sedang mengembangkan ulang aplikasi desktop mereka menggunakan Rust dan framework GPUI. Hasil awalnya cukup mengejutkan guys, dimana aplikasi baru tersebut diklaim bisa menggunakan RAM sekitar 70% lebih sedikit dibandingkan varian saat ini.

Bahkan, dalam demonstrasi yang dibagikan oleh co-founder sekaligus CTO Discord, Stanislav Vishnevskiy, aplikasi baru tersebut berhasil menampilkan daftar kawan sebelum varian Electron selesai melewati layar loading.

Aplikasi Rust Lebih Cepat Dibuka

Nah dalam video berdurasi 15 detik yang bisa Anda lihat diatas, Discord memperlihatkan komparasi aplikasi durasi dan varian baru yang dijalankan dari kondisi cold start.

Aplikasi durasi berbasis Electron membutuhkan beberapa detik untuk melewati layar kosong dan animasi Starting, sementara itu, varian Rust langsung menampilkan jendela aplikasi dan memuat daftar kawan jauh lebih cepat.

Menariknya, Discord memastikan kedua aplikasi benar-benar dijalankan dari kondisi tertutup, bukan sekadar dibuka balik dari system tray. Seperti yang bisa kita lihat, varian baru juga tidak lagi membutuhkan layar Starting. Menurut tim Discord, arsitektur baru memungkinkan aplikasi berbuat proses bootstrap dengan sangat cepat, sementara pembaruan dilakukan secara otomatis di latar belakang.

Penggunaan RAM Turun hingga 70%

Peningkatan performa bukan satu-satunya hal menarik, karena Discord juga memperlihatkan penggunaan RAM varian baru yang cuma sekitar 290,2MB, terlebihlagi ketika dua akun digunakan secara bersamaan.

Sebagai perbandingan, penggunaan RAM aplikasi Discord berbasis Electron dapat mencapai 1GB maupun lebih dalam kondisi tertentu. Dan terlebihlagi nih, dalam pengalaman aku sendiri, penggunaan RAM Discord ini 11-12 dengan Teams yang memang memakan banyak kapabilitas RAM.

Nah jika kita bandingkan dengan varian baru, bilangan 290,2MB tersebut sekitar 70% lebih rendah dibandingkan rujukan 1GB. Namun, perlu dicatat bahwa bilangan ini berasal dari build mula dan belum merupakan benchmark resmi dengan kondisi pengetesan yang sepenuhnya setara.

Bukan Menggunakan Tauri, Discord Memilih GPUI

Nah menariknya, Discord tidak memilih Tauri sebagai alternatif Electron, mereka justru menggunakan GPUI, framework interface berbasis Rust yang dikembangkan oleh pembuat editor kode Zed.

Berbeda dengan Electron yang membawa Chromium dan Node.js ke dalam aplikasi, GPUI memungkinkan interface digambar menggunakan GPU tanpa bersandar pada HTML, CSS, dan JavaScript untuk tampilan desktop.

Aplikasi Mobile dan Web Ikut Berubah

Perombakan Discord rupanya tidak cuma menyasar aplikasi desktop saja guys, karena rupanya Discord juga berencana meninggalkan React Native pada aplikasi mobile.

Sebagai gantinya, interface mobile akan statis menggunakan pendekatan native, sementara sebagian kode aplikasi akan dibagikan melalui Rust, untuk varian web, tampilan statis menggunakan HTML, tetapi logika aplikasi akan bergeser dari JavaScript ke WebAssembly (WASM).

Dengan pendekatan ini, Discord mau menggunakan balik lebih banyak kode di beragam platform tanpa mesti mengorbankan pengalaman pengguna.

Kapan Discord Rust Bisa Dicoba?

Untuk sekarang, aplikasi baru Discord statis dalam tahap pengembangan, menurut Ryan K. Rigney, Marketing Director Discord, mengatakan pengetesan privat akan segera dimulai.

Discord juga menegaskan bahwa performa bukan satu-satunya prioritas, karena sisi keamanan dan aksesibilitas statis menjadi perhatian sebelum aplikasi dirilis lebih luas.

Aplikasi baru ini juga direncanakan mendukung Windows, macOS, dan Linux. Untuk keamanan login, token akun akan disimpan melalui system keyring, termasuk Windows Credential Manager pada Windows.

Jika hasil pengetesan mula ini bisa dipertahankan hingga varian stabil, Discord berpotensi menjadi contoh menarik bahwa aplikasi desktop modern tidak mesti selalu membawa browser engine besar seperti Electron.

Dan mungkin, ini juga menjadi pengingat bagi developer aplikasi lain bahwa pelanggan tidak seharusnya membutuhkan RAM bergiga-giga cuma untuk membuka aplikasi chatting.

Nah mantap Discord, semoga saja pengembangannya lancar dan banyak developer aplikasi bersaing berbuat hal yang sama, terlebihlagi mengingat harga RAM yang semakin gila, optimisasi seperti inilah yang jelas dibutuhkan pengguna.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : X


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Other Article Portal Gadget Kincai Media
↑
Close Right Ads
Close Left Ads