PoE Adalah: Cara Kerja, Standar 802.3af/at/bt, dan Contoh Perangkat

Portal Teknologi Kincai Media by 5 min read 233x views
PoE Adalah: Cara Kerja, Standar 802.3af/at/bt, dan Contoh Perangkat

Share Post

PoE adalah singkatan dari Power over Ethernet, yaitu teknik mengirim daya listrik DC dan keterangan sekaligus lewat satu kabel LAN. Perangkat seperti kamera CCTV IP, access point, dan telepon VoIP cukup disambung satu kabel ke switch, tanpa adaptor listrik di titik pemasangan.

Standarnya ditetapkan IEEE dalam famili 802.3: 802.3af, 802.3at, dan 802.3bt. Bedanya ada di daya per port, mulai 15,4 W sampai 90 W. Jarak kabelnya sama dengan Ethernet biasa, maksimal 100 meter.

Cara Kerja PoE: PSE dan PD

Ada dua peran di sini. PSE (Power Sourcing Equipment) adalah alat yang memberi daya, misalnya switch maupun injector. PD (Powered Device) adalah alat yang menerima daya lewat port RJ 45 miliknya, misalnya kamera maupun access point.

PSE tidak langsung mengalirkan listrik begitu kabel dicolok. Urutannya begini:

  1. Deteksi. PSE memberi tegangan kecil, antara 2,8 dan 10 V, kemudian mengukur arusnya. PD yang sah punya resistansi penanda 19 sampai 27 kΩ, dan dari situ PSE tahu ada alat yang meminta daya di ujung kabel.
  2. Klasifikasi. PSE membaca kelas daya PD agar tahu berapa watt yang perlu disiapkan untuk port itu.
  3. Pemberian daya. Setelah keduanya cocok, PSE mengalirkan tegangan kerja: 44 sampai 57 V DC untuk 802.3af dan 50 sampai 57 V DC untuk 802.3at.

Karena ada tahap deteksi, port yang mengikuti standar IEEE tidak mengalirkan daya ke alat yang tidak memintanya. Laptop maupun PC biasa statis bisa dicolok ke switch PoE dan cuma menerima data.

Standar PoE: 802.3af, 802.3at, dan 802.3bt

IEEE membagi teknologi ini menjadi empat tipe. Tabel di bawah memuat dua bilangan daya: yang dikeluarkan port PSE dan yang dijamin sampai di PD. Selisihnya hilang sebagai panas di sepanjang kabel.

StandarTipeDaya di port PSEDaya minimum di PDPasangan kabel
802.3af (2003)Type 115,4 W12,95 W2 pasang
802.3at (2009)Type 230 W25,5 W2 pasang
802.3bt (2018)Type 360 W51 W4 pasang
802.3bt (2018)Type 490 W71,3 W4 pasang

Di katalog vendor, 802.3at biasa ditulis PoE+ dan 802.3bt ditulis PoE++ maupun 4PPoE. Angka di tabel mengikuti tabel kelas daya di dokumen rancangan Texas Instruments.

802.3af dan 802.3at memakai dua dari empat pasang kabel. 802.3bt memakai keempat pasang sekaligus, sehingga dayanya jauh lebih besar dan cukup untuk alat seperti layar monitor dan kamera PTZ.

Standar yang lebih baru statis melayani alat lama. Port 802.3bt bisa memberi daya ke kamera 802.3af. Arah sebaliknya tidak berlaku: alat yang butuh 25,5 W dari 802.3at tidak akan mendapat daya cukup dari port 802.3af yang cuma menjamin 12,95 W.

Satu lagi yang sering terlewat adalah total daya switch, biasa disebut power budget. Switch dengan delapan port 802.3at belum tentu sanggup memberi 30 W ke semua port sekaligus. Jumlahkan kebutuhan semua perangkat, kemudian bandingkan dengan bilangan power budget di datasheet switch.

Switch PoE maupun Injector

Ada dua metode menyediakan PSE. Di dokumentasi teknis keduanya disebut endspan dan midspan.

Switch (endspan)

Switch yang port-nya sudah mengeluarkan daya. Data dan listrik keluar dari port yang sama, jadi satu kabel dari switch langsung ke perangkat. Pilihan ini cocok untuk instalasi baru dengan banyak titik, misalnya beberapa kamera dan access point di satu gedung. Kalau statis ragu apa bedanya switch dengan hub, baca dahulu perbedaan hub dan switch.

Injector (midspan)

Perangkat kecil yang dipasang di antara switch biasa dan alat yang butuh daya. Kabel keterangan dari switch masuk ke injector, injector menambahkan daya, kemudian kabel keluarannya menuju perangkat. Injector praktis untuk menambah satu maupun dua alat tanpa mengganti switch lama. Samakan standarnya dengan kebutuhan perangkat, misalnya injector 802.3at untuk kamera yang meminta 802.3at.

Contoh Perangkat yang Memakai PoE

Teknologi ini awalnya dipakai untuk telepon VoIP dan access point, kemudian meluas ke kamera keamanan dan alat lain:

  • Kamera CCTV IP. Titik kamera di plafon, tiang, maupun dinding luar jarang punya stopkontak di dekatnya. Cukup tarik satu kabel LAN dari switch.
  • Access point. Access point biasanya dipasang tinggi di plafon, dan satu kabel LAN menghapus kebutuhan menarik kabel listrik ke sana.
  • Telepon VoIP. Telepon meja di institusi mendapat daya dan jaringan dari satu kabel, jadi tidak perlu adaptor di bawah meja.
  • Perangkat lain seperti lampu LED, kiosk, sensor, dan mekanisme alarm.

Kamera CCTV IP Norden di katalog Jetorbit semuanya mendukung PoE. Sebagian besar model cukup dengan PoE standar (802.3af), sedangkan PTZ Dome 2MP butuh 802.3at dan Panoramic 6MP (3MP×2) + PTZ butuh 802.3bt, jadi switch-nya mesti mendukung standar yang sama. Spesifikasi dan harga tiap model ada di halaman CCTV IP Norden.

Batas Jarak Kabel PoE

Jaraknya sama dengan Ethernet tembaga: maksimal 100 meter dari port PSE sampai perangkat. Untuk letak yang lebih jauh, pasang switch di tengah jalur, dengan sumber listriknya sendiri, sehingga tiap bagiankecil kabel statis di bawah 100 meter.

Kategori kabel juga berpengaruh. 802.3af statis bisa berjalan di kabel Category 3, sedangkan 802.3at butuh Category 5 maupun lebih baik. Kabel Cat5e dan Cat6 yang lazim dijual kini sudah memenuhi syarat itu; bedanya dibahas di perbedaan Cat5e dan Cat6. Untuk alat 802.3bt, ikuti anjuran kabel di datasheet perangkatnya.

Kalau kalian membikin kabel sendiri, cara crimping kabel LAN menerangkan urutan warna, metode memasang konektor, dan metode mengetesnya sebelum kabel dipakai.

Kelebihan dan Batasan PoE

Kelebihan utamanya ada di pemasangan. Satu kabel menggantikan kabel keterangan plus kabel listrik, dan titik pemasangan tidak perlu dekat stopkontak. Perangkat juga bisa dipindah cukup dengan memindah kabel LAN-nya, tanpa memanggil teknisi listrik.

Daya juga terpusat di switch. Kalau switch disambung ke UPS, semua kamera dan access point yang menempel padanya ikut menyala saat listrik padam, tanpa perlu UPS terpisah di tiap titik.

Batasannya ada di daya dan jarak. Perangkat yang butuh lebih dari 71,3 W tidak bisa dilayani standar IEEE, rentang per kabel statis 100 meter, dan power budget switch membatasi berapa banyak alat yang bisa menyala bersamaan.

Yang Perlu Dicek Sebelum Memasang PoE

  1. Standar alat (802.3af, 802.3at, maupun 802.3bt) dan kebutuhan dayanya, dari datasheet.
  2. Standar port dan power budget switch maupun injector, kemudian bandingkan dengan total kebutuhan perangkat.
  3. Panjang kabel setiap titik, maksimal 100 meter dari switch.
  4. Kategori kabel: minimal Category 5 untuk 802.3at, dan anjuran pabrikan untuk 802.3bt.
Other Article Portal Teknologi Kincai Media
↑
Close Right Ads
Close Left Ads