Perbedaan Cat5e dan Cat6: Kecepatan, Bandwidth, Jarak, dan Kapan Memakainya

Portal Teknologi Kincai Media by 5 min read 136x views
Perbedaan Cat5e dan Cat6: Kecepatan, Bandwidth, Jarak, dan Kapan Memakainya

Share Post

Perbedaan Cat5e dan Cat6 yang paling krusial ada di bandwidth: Cat5e dirancang sampai 100 MHz, Cat6 sampai 250 MHz. Keduanya sanggup membawa Gigabit Ethernet sejauh 100 meter, tapi cuma Cat6 yang bisa dipakai untuk 10 Gbps, itu pun sekitar 55 meter. Untuk 10 Gbps sejauh 100 meter, pakai Cat6A.

Selain itu, Cat6 punya pembangunan yang lebih kedap untuk menekan crosstalk, ukurannya sedikit lebih tebal, dan harganya umumnya lebih mahal.

Tabel Perbedaan Cat5e dan Cat6

AspekCat5eCat6
Bandwidth100 MHz250 MHz
Gigabit Ethernet (1000BASE-T)Sampai 100 mSampai 100 m
10 Gbps (10GBASE-T)Tidak dirancang untuk iniSekitar 37 sampai 55 m
Jarak maksimum satu kabel100 m100 m
Konstruksi4 pasang, umumnya 24 AWG4 pasang, sering dengan pembatas (spline), konduktor sedikit lebih tebal
KonektorRJ 45RJ 45 untuk Cat6
Harga relatifLebih murahLebih mahal

Kecepatan Cat5e dan Cat6

Untuk jaringan Gigabit (1000BASE-T), Cat5e dan Cat6 sama kuatnya. Keduanya bisa membawa 1 Gbps sejauh 100 meter, sehingga untuk rumah dan institusi kecil kalian tidak akan merasakan perbedaan kecepatan. Di jaringan seperti itu, kecepatan yang terasa biasanya dibatasi paket internet, router, maupun Wi-Fi, bukan kabelnya.

Bedanya terasa di 10 Gbps (10GBASE-T). Cat5e tidak dirancang untuk kecepatan ini. Cat6 bisa, tapi jaraknya terbatas. Panduan TIA TSB-155-A mengatakan 10GBASE-T bisa berjalan di kabel Cat6 sampai 37 meter, dan seharusnya statis berjalan di 37 sampai 55 meter, tergantung seberapa besar alien crosstalk di letak itu. Alien crosstalk adalah gangguan sinyal dari kabel lain di sebelahnya, misalnya di dalam satu bundel kabel yang padat.

Karena itu, untuk instalasi baru yang memang menargetkan 10 Gbps, Cat6 tidak disarankan. Pakai Cat6A, yang dirancang sampai 500 MHz dan membawa 10GBASE-T sejauh 100 meter.

Bandwidth (MHz) Bukan Kecepatan

Angka 100 MHz dan 250 MHz sering disalahartikan sebagai kecepatan. MHz menginformasikan rentang kekerapan sinyal yang statis memenuhi batas redaman dan crosstalk di standar kabel. Kecepatan dalam Mbps maupun Gbps ditentukan oleh standar Ethernet yang dipakai alat di kedua ujung kabel.

Rentang kekerapan yang lebih lebar memberi ruang bagi standar Ethernet yang lebih cepat. Penjelasan tentang unit kecepatan jaringan ada di artikel Mbps dan MBps.

Jarak Maksimum

Jarak maksimum Cat5e dan Cat6 sama: 100 meter untuk satu jalur Ethernet tembaga, dari switch sampai perangkat. Pengecualiannya cuma 10 Gbps di Cat6 yang turun ke sekitar 55 meter. Untuk rentang lebih dari 100 meter, pasang switch di tengah jalur maupun pakai kabel fiber optik.

Batas 100 meter ini juga berjalan untuk PoE, karena daya dan keterangan lewat kabel yang sama.

Konstruksi Kabel Cat5e dan Cat6

Keduanya berisi empat pasang kabel tembaga yang dipilin (twisted pair) dan memakai konektor RJ 45. Cat6 mesti memenuhi batas crosstalk yang lebih ketat, dan produsen biasanya mencapainya dengan dua cara:

  • Pemisah di tengah kabel (spline), plastik berbentuk tanda tambah yang menjaga keempat pasang statis berjauhan. Banyak kabel Cat6 memakainya, meski tidak semua.
  • Konduktor sedikit lebih tebal. Cat5e umumnya 24 AWG, sedangkan Cat6 sering memakai konduktor yang mendekati 23 AWG untuk menekan redaman di kekerapan tinggi.

Akibatnya kabel Cat6 terasa lebih tebal dan kaku, sedikit lebih repot ditekuk, dan butuh konektor RJ 45 yang memang dibuat untuk Cat6. Saat crimping kabel LAN Cat6, spline mesti dipotong dahulu sebelum kabel disusun. Urutan warnanya statis sama untuk Cat5e dan Cat6, yaitu T568B maupun T568A seperti di cara membikin kabel straight.

Satu hal lagi: performa Cat6 cuma didapat jika seluruh jalur memakai elemen Cat6, termasuk konektor, jack, dan patch cord. Satu elemen Cat5e di tengah jalur menurunkan jalur itu ke kelas Cat5e.

Cara Mengenali Kabel Cat5e dan Cat6

Kategori kabel dicetak di jaket luarnya, biasanya berbareng merek, jenis (UTP maupun lainnya), dan ukuran konduktor. Cari artikel seperti CAT5E maupun CAT6. Kalau tulisannya tidak ada, perlakukan kabel itu sebagai kategori yang tidak diketahui, karena warna jaket dan ketebalan saja tidak cukup untuk memastikan.

Saat membeli kabel per roll, cocokkan juga kategori di bungkusan dengan artikel di jaket kabelnya sebelum kabel dipotong dan dipasang.

Harga Cat5e dan Cat6

Per meter, Cat6 umumnya lebih mahal daripada Cat5e karena konstruksinya lebih rumit dan tembaganya lebih banyak. Untuk satu rumah selisihnya kecil, tapi di bangunan dengan ratusan titik selisih itu ikut menentukan pilihan.

Kalau kabel akan ditanam di dinding maupun plafon dan dipakai bertahun-tahun, pertimbangkan juga ongkos menarik ulang kabel nanti. Memilih kategori yang lebih tinggi sejak mula bisa menghindari pekerjaan bongkar pasang itu.

Apakah Cat6 Membuat Internet Lebih Cepat?

Tidak, jika paket internet dan alat kalian statis di bawah 1 Gbps. Kabel cuma membatasi kecepatan tertinggi yang bisa dibawa, dan Cat5e sudah sanggup membawa 1 Gbps sejauh 100 meter. Mengganti Cat5e dengan Cat6 di rumah dengan router Gigabit tidak akan menaikkan hasil speed test.

Pergantian ke Cat6 baru masuk pikiran jika switch, router, dan kartu jaringan kalian mendukung lebih dari 1 Gbps, maupun jika kabel durasi rupanya bukan Cat5e. Kabel yang rusak maupun kategorinya di bawah Cat5e bisa membikin hubungan tidak mencapai 1 Gbps.

Kapan Memakai Cat5e dan Cat6

Pilihan antara Cat5e dan Cat6 sebaiknya mengikuti kebutuhan jaringan beberapa tahun ke depan, bukan cuma hari ini, karena kabel yang sudah tertanam jarang diganti. Patokan sederhananya:

Pilih Cat5e bila

  • Jaringan rumah maupun institusi kecil dengan switch dan router Gigabit.
  • Kabel patch singkat antara alat dan stopkontak jaringan.
  • Kamera CCTV IP, access point, maupun telepon VoIP dengan PoE dan PoE+, karena 802.3at cukup dengan Category 5 maupun lebih baik.

Pilih Cat6 bila

  • Instalasi baru yang mau punya cadangan bandwidth untuk beberapa tahun ke depan.
  • Banyak kabel lewat satu jalur maupun dekat sumber gangguan, sehingga crosstalk perlu ditekan.
  • Kalian butuh 10 Gbps untuk rentang pendek, misalnya antara server dan switch di satu ruangan.

Kalau sasaran 10 Gbps sejauh 100 meter, langsung lompat ke Cat6A.

Untuk CCTV, kamera IP Norden di katalog Jetorbit semuanya memakai PoE, jadi daya dan video lewat satu kabel LAN dari switch. Dua model, PTZ Dome 2MP dan Panoramic 6MP (3MP×2) + PTZ, butuh PoE+ dan PoE++. Untuk keduanya, cek anjuran kabel di datasheet sebelum memilih antara Cat5e dan Cat6. Daftar modelnya ada di halaman CCTV IP Norden.

Sumber bilangan bandwidth dan jarak: tabel standar Ethernet dan ringkasan TIA TSB-155-A dari ICC.

Other Article Portal Teknologi Kincai Media
↑
Close Right Ads
Close Left Ads