Sebuah berita menarik datang dari Microsoft melalui patch tuesday kemarin, dimana Microsoft mulai memperketat sokongan penggunaan Resilient File System (ReFS) pada media tempat gudang eksternal di Windows.
Nah jadi kawan kawan, melalui pembaruan Patch Tuesday Oktober 2026, Microsoft memperkenalkan mekanisme audit untuk mendeteksi volume ReFS pada alat eksternal sebelum menerapkan kebijakan pemblokiran secara default pada Januari 2027.
Baca Juga : Microsoft Rilis Patch Tuesday Oktober 2026 Untuk Windows 11, Banyak Perbaikan
Perubahan ini ditujukan untuk konfigurasi yang dianggap tidak didukung Microsoft, yaitu penggunaan volume ReFS pada media removable seperti drive USB eksternal.
Apa Itu ReFS dan Mengapa Dibatasi?
Nah bagi yang belum tahu, ReFS merupakan singkatan dari Resilient File System, mekanisme file buatan Microsoft yang dirancang untuk menaikkan ketahanan keterangan dan keandalan penyimpanan, terutama pada lingkungan enterprise dan Windows Server.

Namun, Microsoft menegaskan bahwa penggunaan volume ReFS pada media removable bukan konfigurasi yang didukung, oleh karena itu, mereka kini menambahkan kontrol agar pengelola IT dapat mendeteksi dan membatasi penggunaan tersebut.
Tapi perlu dicatat, fluktuasi ini bukan berarti ReFS dihapus dari Windows ya, dimana Microsoft cuma memperketat penggunaan ReFS pada jenis media tempat gudang eksternal tertentu saja.
Oktober 2026 Jadi Tahap Audit
Nah pada tahap pertama yang dimulai melalui pembaruan Oktober 2026, Windows akan mencatat aktivitas ketika volume ReFS terdeteksi pada media eksternal yang memenuhi kriteria. Dimana mekanisme audit ini aktif secara default dan menghasilkan Event ID 524 setiap kali konfigurasi yang tidak didukung tersebut ditemukan.
Pencatatan dilakukan satu kali untuk setiap volume terdampak pada setiap reboot, dengan batas maksimal 32 volume eksternal yang dicatat per proses boot.
Melalui mekanisme ini, pengelola dapat mengidentifikasi alat dan workload yang statis menggunakan ReFS pada drive eksternal sebelum kebijakan pemblokiran diterapkan.
Oleh karena itu, Microsoft menyarankan pengelola untuk memasang pembaruan terbaru, memantau log audit, memindahkan workload yang terdampak ke konfigurasi yang didukung, serta menguji fluktuasi sebelum menerapkannya secara luas.
Ada Kebijakan untuk Mengatur Pemblokiran
Selain itu, Microsoft turut memperkenalkan kebijakan RefsRemovableDeviceMountPolicy yang memungkinkan pengelola mengatur perilaku Windows terhadap volume ReFS pada media eksternal.
Kebijakan tersebut menyediakan tiga harga yang bisa disesuaikan:
| Nilai | Fungsi |
|---|---|
| 0 | Menonaktifkan kebijakan |
| 1 | Audit, aktif secara default |
| 2 | Memblokir pemasangan volume ReFS pada media eksternal |
Pengaturan ini tersedia melalui Group Policy dan Registry. Untuk konfigurasi Registry, letak yang disebutkan Microsoft adalah:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Policies
Jika harga kebijakan ditetapkan melalui Group Policy sekaligus Registry, konfigurasi Group Policy akan menjadi prioritas dan tentu fluktuasi juga membutuhkan restart alat agar diterapkan.
Januari 2027, Pemblokiran Mulai Aktif secara Default
Tahap berikutnya akan dimulai melalui pembaruan Patch Tuesday Januari 2027, dengan fase ini, audit dan pemblokiran akan aktif secara default meskipun pengelola statis dapat mengubah kebijakannya.
Nah sebelum menerapkan mode Block, pengelola disarankan memeriksa log audit dan memastikan keterangan krusial pada volume ReFS eksternal sudah tersedia di media tempat gudang dengan konfigurasi yang didukung.
Microsoft juga mengingatkan bahwa pemblokiran dapat memengaruhi akses terhadap keterangan di volume ReFS eksternal. Selain itu, batas pencatatan audit sebanyak 32 volume bukan berarti pemblokiran cuma berjalan untuk jumlah tersebut.
Jadi, jika perkumpulan Anda menggunakan ReFS pada drive eksternal, sebaiknya mulai memeriksa konfigurasi sejak sekarang, dimana tahap audit Oktober ini memberikan waktu untuk berbuat inventarisasi dan migrasi sebelum kebijakan pemblokiran diterapkan secara default pada Januari 2027.
Tapi tentu fluktuasi ini tidak akan berjalan untuk semua orang, terutama jika mekanisme dan drive statis menggunakan format NTFS, meskipun begitu, jika Anda seorang IT Admin yang sebelumnya menerapkan konfigurasi ReFS, fluktuasi ini perlu menjadi perhatian dan perlu dipelajari lebih dalam.
Nah sepertiapa menurutmu? komen dibawah guys.
Via : Microsoft
Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]