Affinity Segera Hadir di Linux, Alternatif Adobe Ini Akhirnya Punya Versi Native

Portal Gadget Kincai Media by 3 min read 59x views
Affinity Segera Hadir di Linux, Alternatif Adobe Ini Akhirnya Punya Versi Native

Share Post

Nah meskipun memang ada metode untuk install Affinity di Linux yang sudah dibahas di Youtube Kepoin Tekno berikut, tapi ada berita lanjutan yang tidak kalah menarik guys, dimana Affinity, salah satu alternatif populer untuk Adobe Photoshop, Illustrator, dan InDesign, dipastikan sedang mengembangkan varian resmi untuk Linux.

Yap, jadi kelak bukan dengan trik maupun dengan sokongan aplikasi pihak ketiga lagi guys, karena nantinya aplikasi Affinity bisa berjalan langsung di Linux. Nah berita tersebut dikonfirmasi langsung oleh Affinity melalui unggahan di X, dimana mereka mengatakan bahwa varian Linux saat ini sudah eksis dalam tahap active development. Meski begitu, belum ada keterangan mengenai tanggal rilis resminya.

Tiga Aplikasi Affinity Kini Jadi Satu

Nah kita tahu bahwa sebelumnya, Affinity memiliki tiga aplikasi terpisah, yaitu:

  • Affinity Designer, alternatif Adobe Illustrator untuk rancangan vektor.
  • Affinity Photo, alternatif Adobe Photoshop untuk pengolahan gambar.
  • Affinity Publisher, alternatif Adobe InDesign untuk kebutuhan layout dan publikasi.

Dan setelah Canva mengakuisisi Serif, perusahaan induk Affinity, pada tahun 2024, ketiga aplikasi tersebut kemudian digabungkan menjadi satu aplikasi imajinatif terpadu.

Dimana kini pelanggan dapat mengakses beragam fitur melalui Studio, seperti Vector, Pixel, Layout, dan Sketch dalam satu jendela aplikasi dengan format file .af.

Menariknya, Canva juga membikin fitur utama aplikasi desktop dan iPad Affinity tersedia secara cuma-cuma untuk pelanggan individu.

Selama Ini Pengguna Linux Harus Mengandalkan Wine

Nah sebelum varian native resmi diumumkan, pelanggan Linux sebenarnya sudah memiliki beberapa metode untuk menjalankan Affinity, dan sesuai yang sudah dibahas di Youtube Kepoin Tekno, salah satunya melalui Linux-Affinity-Installer, sebuah skrip Python yang membantu memasang Affinity varian Windows menggunakan Wine.

Prosesnya mencakup instalasi Wine, konfigurasi Windows prefix, hingga implementasi perbaikan graphic, kecuali itu ada juga metode AppImage yang mengemas beragam kebutuhan aplikasi dalam satu file berukuran sekitar 2 GB maupun lebih.

Namun, metode tersebut statis memiliki sejumlah masalah, meskipun berjalan cukup stabil, tapi ada beberapa pelanggan yang melaporkan adanya hambatan login akun Canva, tampilan WebView2 yang tidak berguna dengan benar, screen tearing, hingga performa yang kurang responsif ketika memperbesar maupun memperkecil proyek berukuran besar.

Dan tentu, alternatif lainnya adalah menjalankan Affinity melalui virtual machine Windows dengan GPU passthrough, tetapi pendekatan ini tentu membutuhkan konfigurasi yang lebih rumit.

Linux Akhirnya Mendapatkan Aplikasi Kreatif Serius

Nah kedatangan Affinity varian native Linux berpotensi menjadi berita besar bagi pelanggan yang bekerja di sektor rancangan visual dan ilustrasi, karena selama ini kekurangan aplikasi imajinatif ahli sering menjadi salah satu karena pelanggan statis mempertahankan Windows maupun macOS, meskipun Linux menawarkan elastisitas yang menarik.

Jika pengembangannya berjalan lancar, pelanggan Linux nantinya tidak perlu lagi bersandar pada Wine, AppImage tidak resmi, maupun virtual machine cuma untuk menjalankan Affinity.

Namun sayangnya, baik Canva maupun Affinity belum memberikan tanggal rilis ataupun detail distribusi Linux yang akan didukung, dan untuk kini pelanggan Linux statis perlu bersabar.

Mantap bukan? ini sih jelas berita baik, terlebihlagi jika Anda adalah pelanggan Linux yang memang aktif menggunakan aplikasi dari Affinity.


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Other Article Portal Gadget Kincai Media
↑
Close Right Ads
Close Left Ads