Google Blokir Produsen Android TV yang Diduga Tanam Malware di 1,3 Juta Perangkat

Portal Gadget Kincai Media by 4 min read 509x views
Google Blokir Produsen Android TV yang Diduga Tanam Malware di 1,3 Juta Perangkat

Share Post

Akhir akhir terungkap bahwa ada banyak brand SmartTV yang menyusupkan aplikasi telemetry untuk iklan maupun hal lainnya yang justru memperlambat performa mekanisme yang digunakan.

Image by Facebook

Nah bukan cuma itu, rupanya ada salah satu produsen bandel asal China yang menyisipkan malaware kedalam firmware produknya, sehingga akhirnya membikin Googe memungut aksi tegas.

Jadi kawan kawan, Google akhirnya memungut aksi tegas terhadap Videostrong, salah satu produsen alat Android asal China yang diduga sengaja menyisipkan malware ke dalam firmware produknya, dimana malware tersebut dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 1,3 juta alat Android TV Box di seluruh dunia.

Kasus ini terungkap setelah Google Threat Intelligence Group bekerja sama dengan sejumlah mitra industri dan Badan Kepolisian Nasional Jepang untuk membongkar jaringan botnet disebut XCPE.

Yang lebih mengkhawatirkan, malware tersebut diduga bukan berasal dari aplikasi pihak ketiga yang dipasang pengguna, melainkan sudah tertanam langsung di firmware sejak alat keluar dari pabrik.

Malware Sulit Dihapus karena Tertanam di Firmware

Nah Google mengatakan malware disebut x.cpe memiliki hak akses tingkat mekanisme maupun system-level privileges. Hal ini membuatnya sangat sulit dihapus melalui metode biasa.

Bahkan, ketika pelanggan mencoba menghapus aplikasi malware tersebut, program rapuh akan balik terpasang secara otomatis setelah alat dinyalakan ulang. Selain itu malware ini juga memiliki sejumlah kapabilitas berbahaya, seperti:

  • Menonaktifkan Google Play Protect.
  • Memasang aplikasi tanpa persetujuan pengguna.
  • Mengambil tangkapan layar perangkat.
  • Merekam input keyboard.
  • Menjalankan perintah dari rentang jauh.
  • Mencuri keterangan akun dan keterangan perangkat.

Dengan kapabilitas tersebut, alat Android TV yang seharusnya digunakan untuk menikmati hiburan justru bisa berubah menjadi bagiankecil dari infrastruktur kejahatan siber.

Perangkat Dijual Aksesnya kepada Penjahat Siber

Nah Google mengungkapkan memiliki tingkat kepercayaan tinggi bahwa Videostrong mengembangkan dan mengoperasikan botnet tersebut untuk mendapatkan khasiat finansial.

Perusahaan diduga menjual akses ke alat yang sudah terinfeksi kepada hubungan kriminal, yang kemudian akses tersebut kemudian digunakan untuk beragam aktivitas ilegal, termasuk penipuan iklan, pencurian data, hingga menjadikan alat sebagai residential proxy.

Melalui residential proxy, pelaku dapat mengalihkan kemudian lintas internet melalui hubungan rumah korban tanpa sepengetahuan pemilik perangkat. Selain Android TV Box, malware mengenai juga ditemukan pada alat Android lain, termasuk mesin karaoke, mekanisme digital signage, dan alat telehealth.

Malware Bahkan Bisa Mengelabui Sertifikasi Google

Dan salah satu bagiankecil paling menarik dari kasus ini adalah sepertiapa malware tersebut bisa melewati proses sertifikasi Android TV. Videostrong diduga menggunakan teknik obfuscation untuk menyembunyikan fungsi rapuh selama proses pengecekan keamanan.

Malware baru akan mengaktifkan kapabilitas jahatnya setelah alat pertama kali dinyalakan, yang dengan kata lain, alat bisa kelihatan terlindungi ketika menjalani pengetesan sertifikasi, tetapi mulai menjalankan aktivitas rapuh setelah sampai ke tangan konsumen.

Google Resmi Memblokir Videostrong

Nah oleh karena itu, Google telah memungut aksi ketentuan untuk menghentikan infrastruktur command-and-control yang digunakan Videostrong dan lebih dari selusin famili malware terkait.

Meskipun botnet XCPE sendiri menginfeksi lebih dari 1,3 juta perangkat, Google mengestimasi pemutusan infrastruktur tersebut dapat memutus akses penjahat siber terhadap setidaknya 10 juta alat tambahan yang berpotensi telah terkompromi.

Selain itu, Google juga secara permanen melarang Videostrong, anak perusahaan yang mungkin dibentuknya di masa depan, serta afiliasinya untuk memproduksi alat Android bersertifikasi maupun memasok software kepada produsen bersertifikasi lainnya.

Jangan Sembarangan Membeli Android TV Box

Nah dengan adanya kasus Videostrong, ini menjadi pengingat bahwa intimidasi keamanan tidak selalu berasal dari aplikasi yang didownload pengguna. Bahkan, firmware kiriman alat baru pun bisa menjadi sumber masalah.

Karena itu, konsumen sebaiknya lebih selektif ketika membeli Android TV Box, pilih alat dari produsen yang memiliki reputasi jelas, sokongan pembaruan firmware, serta sertifikasi resmi.

Dan memang sih, harga murah itu sangat menarik, terlebihlagi di tengah ekonomi yang suram ini tetapi akan menjadi masalah besar jika alat hiburan di rumah justru diam-diam menjadi bagiankecil dari jaringan botnet berbahaya.

Via : Google


Catatan Penulis : Kincai Media sepenuhnya bersandar pada iklan untuk statis hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati artikel dan panduan di situs ini, meminta whitelist halaman ini di AdBlock Anda sebagai bentuk sokongan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pelanggan Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui sokongan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan maupun butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Other Article Portal Gadget Kincai Media
↑
Close Right Ads
Close Left Ads